Rabu, 22 Februari 2017

PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KARET PADA LAHAN SUB OPTIMAL: CATATAN RINGKAS

Tanaman karet berasal dari lembah Amazon, Brazilia dengan curah hujan 2000-3000 mm/tahun. Di Indonesia tanaman karet dibudidayakan umumnya pada dataran rendah dengan curah hujan antara 1500-4000 mm/tahun. Dengan makin terbatasnya lahan yang ideal untuk tanaman karet serta kompetisi dalam hal penggunaan lahan dengan komoditi lainnya, perusahaan perkebunan atau petani ingin mengembangkan karet pada lahan dengan kondisi sub optimal.
Lahan pasang surut sangat luas arealnya di Sumatera maupun Kalimantan. Kendala yang dihadapi pada lahan pasang surut adalah air tanah yang dangkal dan pH tanah yang mungkin sangat rendah karena adanya lapisan pirit.Dari pengamatan lapang dan penelitian yang telah dilakukan tanaman karet berpotensi untuk dikembangkan pada lahan tipe D dengan kedalaman air tanah lebih dari 50 cm dan pH tanah >3,5.
Pada elevasi tinggi (>500 m), kendala yang mungkin dihadapi adalah suhu udara yang rendah yang berakibat menurunnya pertumbuhan tanaman. Untuk setiap kenaikan 100 m dari permukaaan laut, suhu udara turun 0.6oC. Dengan menggunakan model pertumbuhan karet, lilit batang tanaman menurun rata-rata sekitar 5,5% untuk setiap penurunan suhu sebesar 1oC dari suhu optimum. Aliran lateks diperkirakan akan lebih lama pada suhu 18-24 oC sehingga perlu penyesuaian sistem sadap.
Daerah beriklim kering juga diupayakan untuk dikembangkan karet. Di Thailand karet dikembangkan pada wilayah semi arid dengan curah hujan kurang dari 1200 mm/tahun dan diperkirakan potensi produksinya hanya 75% dari daerah optimum. Fenomena yang menarik dari respon karet terhadap kekeringan adalah cepatnya pemulihan produksi setelah tersedia curah hujan yang cukup. Kemarau panjang tahun 1997 menurunkan produksi karet sebesar 210 kg/ha atau penurunan produksi sebesar 30% pada periode Juli-November. Depresi produksi hanya terjadi tiga bulan saat terjadi kekeringan dan kemudian pada saat gugur daun dan pembentukan daun baru tidak dijumpai perbedaan produksi karet. Pengembangan karet dengan bulan kering (<100 mm/bulan) hingga 6 bulan memungkinkan dan dengan harga karet yang tinggi saat ini, produksi yang dicapai masih memberikan keuntungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar